Senin, 21 Maret 2011

Shalat Dhuha

tidak lah merugi orang yang senantiasa mendawamkan shalat dhuha.. karna banyak keistimewaan di shalat dhuha itu sendiri salah satunya "mendatangkan rejeki" 

shalat dhuha bisa di kerjakan 2 rakaat,4 rakaat,6 rakaat,8 rakaat,dan 12 rakaat dan itu semua sesuai dengan kesanggupan kita

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditetapkan termasuk orang-orang yang lengah.Barangsiapa shalat empat rakaat, maka dia tetapkan termasuk orang-orang yang ahli ibadah. Barangsiapa mengerjakan enam rakaat maka akan diberikan kecukupan pada hari itu.Barangsiapa mengerjakan delapan rakaat, maka Allah menetapkannya termasuk orang-orang yg tunduk dan patuh.Dan barangsiapa mengerjakan shalat dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di Surga.Dan tidaklah satu hari dan tidak juga satu malam, melainkan Allah memiliki karunia yang danugerahkan kepada hamba-hamba-Nya sebagai sedekah. Dan tidaklah Allah memberikan karunia kepada seseorang yang lebih baik daripada mengilhaminya untuk selalu ingat kepada-Nya” (riwayat Ath-Thabrani)[17]

sujudku

Tak terhina dahi ini
menyentuh titik terendah bumiMu
tak terucap rasa ini
aku benar-benar membutuhkanMu

Dalam fajar shodiq ...
di tengah matahari terbit
di saat sang surya paling terik
di tengah senja mulai berbisik
di dalam buaian langit berwana lurik
di waktu bulan menjadi raja cahaya berbintik
dan di waktu alam hening, tak ingin terusik

Subhana robbiyal a'la wa bi hamdih ...
MemujiMu, menundukkan sombongku
Subhana robbiyal a'la wa bi hamdih ...
Mengakui keagunganMu, menyadari kelemahanku

Dalam sujudku ...
kuhaturkan hati yang mudah goyah ini
kusungkurkan tubuh yang ingin berterimakasih
kuluangkan fikiran, hanya mengingatMu dalam diri
kuungkapkan cinta yang jauh dari sempurna ini

Dalam sujudku ...
Engkau belai aku dengan ijabah dan hikmahMu
Engkau lebih dekat dari urat nadiku
Engkau tambah nikmatMu dengan sehatku
Engkau sambut aku sebagai hambaMu
Engkau jernihkan fikiranku ...,
Engkau bersihkan kerak dalam hatiku ...,
jihad, ijtihad, mujahadah ... memupuk cintaku

wa maa lana Robbana,
siwaka yaa hasbana ...
dalam sujudku ...
Engkau membuatku semakin rindu kepada mu Ya Robb

tanyakan pada hatimu

Tanyakan pada hati nurani! Dimanakah hati nurani kita? Tidak punya hati nurani! Apakah hati nurani itu?
Banyak dari kita sering mendengar kalimat-kalimat seperti ini, namun jarang yang bisa menjabarkan makna yang sesungguhnya tentang hati nurani.,,
Dalam kehidupan sehari-hari, saat kita ada pikiran untuk melakukan hal-hal yang menyimpang dari kebaikan, kita akan merasakan satu sisi hati kita akan membisikkan larangan agar tidak melakukan niat pikiran buruk kita tadi, namun sekejap kemudian ada bisikan hati yang lain untuk membujuk agar kita tetap melakukan niat hati yang semula. Saat niat semula belum terlaksana, seolah-olah ada perseteruan dalam hati, antara yang membujuk agar terlaksana dan yang melarang agar tujuan tidak terlaksana.,

Untuk menghindarkan diri dari perbuatan dosa karena perbuatan buruk maka kita harus mendengarkan bisikan hati nurani. Saat terjadi perseteruan isi hati antara hati nurani kita dengan bisikan hati yang mengajak keburukan, maka segera kuatkanlah kesadaran utama kita untuk mengikuti bisikan hati nurani yang jelas-jelas akan membawa kita melakukan hal-hal yang benar. Sebagai contoh, saat kita berpikir untuk berbohong demi menutupi perbuatan buruk kita, maka hati nurani anda akan membisikkan larangan untuk tidak berbohong, atau saat kita mau memamerkan diri, hati kita membisikkan untuk tidak memamerkan diri, saat ingin menyebarkan hasutan, gosip dll yang buruk, akan ada suara hati yang melarang kita melakukan hal-hal tersebut.,,

Saat manusia sudah tidak mau mendengarkan hati nuraninya, niscaya akan selalu melakukan hal yang tidak benar, hanya saja kita tetap bersyukur karena hati nurani kita tidak bosan-bosannya menyertai dan membimbing kita sepanjang hidup kita,,,

Senin, 14 Maret 2011

ucapanmu adalah DO'A

“Kullu Kalamin Ad Du’a”
Setiap ucapan adalah doa...



Hati-hati dengan apa yang kita ucapkan,Sekecil apapun kata/kalimat yang kita lontarkan, baik dalam pikiran kita maupun secara verbal, akan mempengaruhi bagaimana kita bertindak dan mengambil keputusan...
Seseorang yang terus menerus berkata hal negatif tentang dirinya sendiri akan menghasilkan realita yang nyata dari apa yang ia ucapkan...
loh kok? Memangnya bisa?tentu bisa karna allah tergantung pada prasangka hambanya :)

Ketika kita berada dalam suatu masalah. Ketika peliknya masalah itu menyita sebagian besar pikiran kita. Apa yang sering kita ucapkan kepada diri kita sendiri?
Apakah kata-kata ini:
"Waduh apa yang harus Aku lakukan? Aku TIDAK BISA jika harus melakukannya"
"Aku memang orang yang TIDAK BERGUNA"
"Hidup ini BEGITU SULIT!"
"Aku TIDAK SANGGUP!"
"SULIT bagiku untuk..."
"HANCURLAH Aku!"

Dan biasanya, jika kita jujur kepada diri kita sendiri, setelah begitu seringnya kita mengucapkan kata-kata di atas...Allah mengabulkan...KITA TIDAK BISA! akhir'a Kita menjadi apa yang telah kita pikirkan and qt ucapkan. Lalu setelah itu apa? kejadian deh

Mulailah kita membenarkan apa yang telah kita pikirkan sebelumnya dengan kata-kata:
"Tuh kan. Apa Aku bilang. Aku memang TIDAK BISA / TIDAK MAMPU / TIDAK SANGGUP / SULIT UNTUK DIJALANKAN / HANCUR / TIDAK BERGUNA"...

Seandainya saja qt belajar untuk lebih menghargai diri kita sendiri dan percaya kepada Allah bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk sempurna, lalu ketika "badai" menerpa dan kita berkata:
"Ini tidak seberapa. Aku MAMPU / BISA / KUAT / BERHARGA / PINTAR... Dan Aku tahu Allah bersamaku".

Entah mengapa, dalam beragam kesulitan dan dilema, selalu akan terkuak jalan bagi kita untuk melaluinya. Dan setelah itu kita pun akan berkata:
"Yah, Aku BISA karena-Mu ya Robb"

Jadi, apapun kesulitan yang tengah melanda kita, Yakinlah bahwa kita PASTI BISA melaluinya. Hati-hati dalam berucap, karena sedikit pun kita mengucapkan kata negatif pada diri kita sendiri itu akan mampu mensugesti kita dan menjadikannya realita dalam kehidupan kita.

Bukankah hidup adalah pilihan? Lalu mengapa kita tidak memilih jalan yang mendukung kita?
"Kita tidak tahu ucapan mana dari diri kita yang didengar-Nya dan dikabulkan oleh-Nya"

Istikharah Cinta

Berlembar sudah catatan hidup ini,berbagai tulisan sudah menorehnya bahkan bisa jadi telah merobeknya hingga tak berabu.Masa telah membuat catatan ini menjadi besar, sebesar keinginan hati ini untuk memurkakanya ke pada langit. Tapi sayang, langit sedang sibuk dengan urusannya, hingga aku harus melampiaskan kepada yang empunya langit, mungkin itu menjadi lebih baik.
 
Kini, catatan itu bertambah lagi. Dulu, catatan ini hanya berkutat tentang diriku, diriku dan diriku, kini catatan ini mungkin akan ada dua nama. Dua nama pelaku yang dirangkum menjadi satu waktu. Inilah dentuman hatiku yang sering membuat galau, Lalu, siapakah nama yang kurindukan itu?Demi masa, masa akan menjawabnya..

Malah-malam yang kulalui dengan mimpi egoisku kini berubah dengan penantian yang di ujungnya sangat aku nantikan. Penantian yang menyebalkan, menyenangkan, sekaligus melelahkan, entah malam atau kau juga tak mau ambil pusing dngan penantian ini, ataukah malam ini memang bukan milikku hingga aku tak bisa menghadirkan mu walau sekecil debu pada bunga tidur ini. Semua serba sulit, hingga aku sulit berkata lagi. Apa yang harus aku lakukan?

Selembar sajadah kumuh itu selalu setia menemani siapa saja yang ingin memohon kepada empunya alam. Jembatan syurga itu terlihat masih bersemangat memanggilku ”wahai akhwat yang sedang gundah, kemarilah... jangan lelah dengan penantian pangeranmu, dia akan datang, sabarlah...Kemarilah... lanjutkan istkharahmu, aku akan menemanimu...”, dia terus memintaku untuk menyerahkan semua urusan kepada Allah. Iya, semua urusan ini memang bukan hak ku..

Duhai Rabb ku berikan kemudahan untuk hati ini untuk tetap tenang, hati ini masih terlalu gundah menanti sahabatnya, hingga aku gusar menatap alam, takut bila dia ternoda dalam pencariannya, karena hati ini salah satu tempat bergantung diriku. Apakah engku melihat galaunya diri ini ya Rabb? Aku yakin, tak ada yang lolos dari perhatianMu.

Istikharah ini terlalu dalam buatku, terlalu malu buatku, terlalu indah buatku. Apakah aku sudah layak meminta lagi padaMu, padahal aku sudah banyak mendapatkan segala kebaikan dariMu meski aku tidak minta, meski aku tidak tahu, meski aku tidak mau tahu... aku malu Ya Rabb. Rasa syukur ini masih terlalu dangkal aku panjatkan..

Tak ada yang bisa membantah bahwa engkau sang pemilik alam. Hingga tak ada yang mustahil bagi-Mu. Dengan penuh malu, aku sujudkan kembali diri dan hati ini kealam istikharah ku, agar engkau membukakan jalan buat hamba yang masih kurang bersyukur ini. Satu tujuan yang pasti sudah kau ketahui, mencari cinta seorang ikhwan sholeh pilihanMu. Dan menjadikannya sahabat untuk tunduk kepada titahMu... mudahkan ya Allah...

Rabu, 02 Maret 2011

kabar gembira !!!

Ada Tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan (pertolongan) Allah di hari yang mana tidak ada naungan (pertolongan) selain naungan (pertolongan) dari allah :

::: Pemimpin yang adil
::: Seorang remaja yg sedang beranjak dewasa yang sedang beribadah kepada Allah SWT
::: Seseorang yang hatinya bergantung kepada Mesjid
::: 2 orang yang saling mencintai karna allah,bertemu karna Allah dan berpisah pun karna Allah
::: Seorang laki-laki yang di rayu oleh wanita cantik dan kaya raya,namun lelaki itu menolak dan seraya berkata "Aku takut kepada Allah"
::: Seseorang yang menginfakkan hartanya (sedekah) sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang di infakkan (sedekah) tangan kanannya
::: dan seseorang yang menyendiri di tengah malam,di mana semua orang tertidur lelap,lalu ia berdzikir kepada Allah hingga air matanya berlinang

(HR.Muslim)